• hexanasemestaid

Thruster elektro-hidrolik








Saat ini pendorong elektro-hidrolik merupakan sistem yang paling umum digunakan. Untuk mengetahui lebih banyak dengan sistem ini, kami mempunyai Electro Hydraulic Thruster yang mempunyai banyak keunggulan. Untuk peralatan mekanis, perangkat penggerak harus didorong selama operasinya dan rem diharuskan berhenti ketika berhenti. Karena itu, thruster dan rem adalah dua perangkat yang saling bekerja sama dalam peralatan mekanis. Adapun pendorong, pendorong elektro-hidrolik yang paling umum digunakan. Tergantung pada lingkungan yang digunakan, ada banyak jenis pendorong elektro-hidrolik, tetapi mereka terutama digunakan untuk menggerakkan mesin, sehingga prinsip kerjanya sama.


Prinsip kerja thruster hidrolik listrik


Setelah motor listrik di rem hidrolik diaktifkan, pompa oli sentrifugal di kepala rem hidrolik digerakkan untuk menaikkan tekanan oli hidrolik. Oli hidrolik mentransmisikan tekanan ke piston di dalam silinder oli, dan batang dorong hidrolik bergerak ke bawah di bawah penggerak piston untuk menunda sepatu rem. Data teknis rem hidrolik (Ambil data teknis pendorong hidrolik listrik MYTI-90 sebagai contoh): dorong 900N, stroke 80mm, waktu naik 0,8S, waktu jatuh 0,5S, daya 0,25kW, dilengkapi oli motor ke-20, berat oli 720 operasi per jam, model rem pendukung adalah (pendorong dan rem dapat dikombinasikan untuk membentuk rem hidrolik).


Pneumatic maupun hidrolik memiliki cara kerja yang sangat mirip namun ternyata ada perbedan signifikan yang harus diketahui karena perbedaan inilah yang menentukan aplikasinya di dunia kerja. Sistem pneumatik adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan udara terkompresi untuk menghasilkan efek gerakan mekanis, sedangkan Sistem hidrolik adalah suatu sistem yang memanfaatkan tekanan fluida sebagai power (sumber tenaga) pada sebuah mekanisme, sehingga hidrolik digunakan untuk mengontrol, mengirimkan dan memanfaatkan tenaga dengan menggunakan tekanan fluida tersebut.


Selain perbedaan yang telah dijelaskan diatas, terdapat perbedaan yang sangat signifikan dari kedua alat tersebut, yaitu sistem kerja yang dilakukan oleh hidrolik maupun pneumatic. Dibawah ini merupakan penjelasan yang lebih rinci tentang perbedaan sistem kerja hidrolik dan pneumatik.


Perbedaan Sistem Kerja Sistem Kerja Hidrolik


Ide dasar pada sistem hidrolik yaitu fluida cair yang ada dalam sistem memiliki tekanan yang berasal dari satu sisinya dengan perbedaan luas. Yang perlu diingat adalah perbandingan terbalik antara gaya yang dikeluarkan dengan luas tekannya. Tekanan tersebut mendorong terhadap sebuah piston yang berada dari sisi lain sebuah wadah. Hal ini menyebabkan pemindahan energy ke dalam piston yang memaksanya untuk mengangkat sesuatu ke atas. Karena tekanan di dalam air tidak akan membiarkannya mengalir ke belakang, piston tidak pernah bisa bergerak dengan arah yang berlawanan kecuali jika tekanan tersebut dilepaskan. Ini berarti bahwa bagaimanapun piston mengangkat, hal ini aman sampai operator sistem memperbolehkan untuk dilepaskan. Contohnya, jika piston mengangkat tangan forkfilt (tangan yang untuk mengangkat barang), mereka akan tetap terus terangkat sampai tekanan hidrolik dilepaskan.


Prinsip kerja yang digunakan dalam sistem hidrolik juga berbeda dengan sistem pneumatic yaitu dengan menerapkan hukum Pascal, dimana fluida yang ada di ruang tertutup apabila diberi tekanan, maka tekanan tersebut akan dilanjukan ke segala arah dengan sama besar.


Keunggulan Sistem Hidrolik

  • Dapat menghasilkan daya mekanik yang kuat dan besar

  • Cylinder hidrolik lebih awet daripada cylinder pneumatic (air cylinder)

  • Fluida/cairan sebagai tenaga penggerakknya tidak akan habis/berkurang bila tidak terjadi kebocoran.


Oleh karena itu, kami menjual Electro Hydraulic Thrusters yang mempunyai keunggulan-keunggulan di atas. Kami merupakan distributor resmi dari EMG di Indonesia yang menawarkan produk-produk di atas. Jika ingin mengetahui lebih lanjut bisa mengubungi kami dengan mengklik tombol dibawah ini.


16 views0 comments