• hexanasemestaid

PERBEDAAN GALVANIS DAN GALVALUME DALAM BAJA

Updated: Jun 27










a. Galvanis









b. Galvalume


Karat merupakan proses pengeroposan pada logam yang paling ditakuti oleh pelaksana konstruksi khususnya dalam hal struktur. Oleh karena itu, ada sistem pelapisan pada material logam terutama baja agar lebih tahan karat. Ada dua jenis pelapisan baja yang dikenal, yaitu Galvanis dan Galvalume. Berikut penjelasan perbedaan Galvanis dan Galvalume.


GALVANIS


Galvanis merupakan suatu proses pelapisan seng terhadap lembaran baja sehingga baja tidak mudah berkarat. Komposisi cairan Galvanis terdiri atas 97% Zinc/seng dan +/- 1% Alumunium, sisanya bahan-bahan campuran lain hingga 100%. Peran Zinc sangat penting untuk melindungi lembaran baja dari polutan-polutan yang bisa menimbulkan karat pada lembaran baja itu. Zinc yang melapisi baja akan mengorbankan diri, termakan oleh polutan-polutan tersebut terlebih dahulu hingga habis, baru kemudian proses karat di mulai pada baja. Ada contoh kasus dimana terjadi karat pada pinggirian baja lembaran yang dipotong. Hal itu biasa terjadi namun jangan khawatir karena karat tersebut tidak akan langsung menggerogoti plat baja lembaran. Hal ini disebabkan karena baja terlindungi oleh lapisan Galvanis.


Proses pelapisan galvanis dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan sistem penghantaran arus listrik yang disebut dengan Elektro Galvanise atau dengan pencelupan biasa yang dikenal dengan Hot-dipped Galvanise. Sedangkan Proses pencelupan galvanis bisa terbagi dalam 2 cara, yaitu sebagai berikut :


  • Proses pencelupan konvensional.

Pada proses pencelupan konvensional, baja yang biasanya sudah dalam bentuk

produk jadi, kemudian di celupkan ke dalam cairan timah.


  • Proses pencelupan continous hot-dipped galvanizing.

Dalam proses ini, baja di celupkan ke dalam cairan timah yang berlangsung secara

terus menerus tanpa henti. Plat baja yang di celup merupakan plat baja gulungan atau

coil. Pada ujung mesin celup galvanis ini terdapat suatu alat yang dinamakan Incoiler dan

Recoiler.


GALVALUME


Proses pelapisan Galvalume hanya dapat dilakukan dengan continous hot dipped. Saat ini sudah ada yang dikenal pula dengan proses NOF ( Non Oxides Furnace ). Secara umum proses ini sama dengan proses Continous hot-dipped, namun berbeda kolam tempat penampungan cairan lapisan dan proses pemanasannya saja.


Komposisi cairan pelapis pada proses pelapisan Galvalume terdiri atas Alumunium 55% dan Zinc/seng 45%, sementara sisanya bahan-bahan lain sampai 100%. Karena kandungan alumunium yang tinggi pada Galvalume, membuat lapisan Galvalume lebih tahan karat dibandingkan dengan Galvanis. Namun bahan Alumunium sangat rentan (tidak tahan) terhadap semen dibandingkan dengan Zinc (seng). Alumunium tidak akan mengorbankan diri dalam melindungi baja dari polutan-polutan karat.

Kenyataannya, alumunium jauh lebih tahan karat daripada Zinc/seng. Jadi sederhananya kita dapat simpulkan bahwa Baja Lembaran yang dilapisi alumunium akan sangat tahan terhadap karat, namun tidak tahan terhadap keropos dibandingkan dengan baja lembaran yang dilapisi oleh seng. Galvanis berbeda dengan Galvalume dalam beberapa hal sebagai berikut :

  1. Proses dan metode pelapisannya.

  2. Komposisi pada cairan lapisannya.

  3. Daya proteksi lapisan terhadap baja lembaran.

  4. Galvanis tahan keropos, Galvalume tahan karat.

  5. Galvanis dapat bertahan dengan semen, Galvalume tidak bertahan baik dengan semen.

Galvalum memiliki ketahanan yang sangat tinggi terhadap korosi karena kandungan aluminiumnya. Sehingga atap berlapis galvalum lebih lebih tahan lama. Meskipun ada bagian yang terkena korosi, namun penyebarannya akan lambat lantaran terdapat lapisan aluminium.

Sementara galvanis bukan hanya sekadar melapisi baja. Ikatan kimia yang dihasilkannya pun membuat baja tahan terhadap korosi dan goresan. Bahkan galvanis dapat menyembuhkan dirinya sendiri ketika terdapat goresan atau di sepanjang tepi potongan.


Untuk dapat memberikan lapisan Galvanis atau Galvalum dengan ketebalan yang rata dan rapih disepanjang permukaan pada strip / lembaran seng pada saat proses produksi di Pabrik Baja, kami PT. Hexana Semesta sebagai Exclusive Sole Agent di Indonesia untuk EMG Automation GmbH Germany dapat menawarkan suatu alat yaitu EMG eMASS® - Electro Magnetic Strip Stabilization, Stable strip in coating processes.


EMG eMASS® adalah sistem turnkey untuk menstabilkan material strip baja feromagnetik berkecepatan tinggi berdasarkan elektro magnet. Area aplikasi utama adalah untuk mengoptimalkan dan menghemat penggunaan lapisan cairan logam pada nosel penghembus dari saluran galvanis celup panas untuk proses pelapisan seng, GALVALUME®* dan aluminisasi.


Untuk mendapatkan informasi selengkapnya mengenai segala manfaat dan keuntungan pemakaian EMG eMASS® Electro Magnetic Strip Stabilization dapat menghubungi kami di dibawah ini:


32 views0 comments

Recent Posts

See All